Uber tak ada, Go-Car pun jadi.

Semenjak adanya layanan taksi online, aku adalah salah satu orang yang hampir jarang pakai taksi konvensional.

Pertama kali aku menggunakan jasa taksi online tersebut adalah pada tanggal 30 April 2016. Buat yang di Surabaya, taksi online satu ini lebih dulu populer. 

Yak betul, Uber dengan UberXnya.

Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan. Perusahaan ini mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di seluruh dunia.

But, beberapa hari yang lalu (10/7), pas aku mau pergi gereja, aku susah banget dapet uber. Yah, kayaknya banyak yang belum balik mudik atau mungkin dalam perjalanan.

Tapi aku coba order terus. Eh, ngga lama ada yang nyantol. Well, good!

Waktu itu aku pergi dari rumah menuju ke Grand City Mall. Yes, gereja aku dalem Mall. *haha*

During the trip, aku ngobrol nih sama bapaknya. Sekedar nanya-nanya aja si driver Uber pada kemana. Kebeneran aja, kata bapaknya waktu itu mereka belum pada balik mudik.

Sempet kepikiran juga sih ntar pulang bisa naik Uber apa engga. Emang mati-matian sukanya pakai jasa taksi online nih aku :p

As you can see, it only cost IDR 42K. Kalau aku pakai taksi konvensional, mungkin bisa habis 90K. Kelihatan bedanya kan?

One thing ada yang mau aku share ke kalian. Kurang lebih 2 bulan lalu, aku pernah pakai Uber dari gereja (Grand City Mall) ke rumah. Pas mau order aku lihat ada tanda petir.Waktu itu belum terlalu paham sih dan aku tetep order.

Ternyata tanda petir ini maksudnya adalah ketika permintaan banyak tapi mobil yang tersedia sedikit. Jadi siapa yang deal dengan harganya ya dia yang diutamakan. *yaelah*

(Perbedaan tarif normal dan tanda petir)

Dan tanda petir ini muncul lagi pas aku mau order balik pulang ke rumah. Aku nyoba nunggu kira-kira setengah jam dengan harapan tanda petir hilang. Tetapi tetep aja masih ada. Yaudah maklumin deh.

Ngga mau nyerah pakai yang konvensional, langsung deh kepikiran option satu lagi yaitu Go-Car.

Go-Car emang ngga terlalu hits di Surabaya, tapi ngga ada salahnya waktu itu aku buka aplikasinya dan coba order and then yipiiee ada yang nyantol guys!

Dari segi tarif, si Go-Car emang ngga beda jauh kok dari Uber. Kalau dibanding taksi konvensional, ya masih mahal yang konvensional :p

Denger-denger juga nih, ada salah satu perusahaan taksi konvesional terbesar di Indonesia mau gabung sama Go-Jek. Hmm, tungguin aja deh kabarnya.

Memang semua ada plus minusnya guys. Tergantung kalian nyaman menggunakan jasa online atau konvensional. No offense, Ini sih sekedar sharing aja kok.

So, buat kalian pengguna jasa taksi online, pilih Uber atau Go-Car?
Thankyou for reading.

Claresta Dami. Xoxo~
Social media:

Instagram : clarestatok

Snapchat : zayumxbae

Facebook/ twitter : clarestadami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s